Bandung Barat, 7 April 2026 — Meski Pemilu Legislatif 2029 masih beberapa tahun lagi, DPD PKS Kabupaten Bandung Barat mulai memanaskan mesin partai. Salah satunya dengan membuka penjaringan bakal calon anggota DPRD sejak Maret 2026.
Ketua DPD PKS KBB, Iman Budiman, menyampaikan bahwa proses seleksi saat ini masih berada pada tahap penggodokan dan akan berlangsung hingga akhir tahun.
“Penjaringan sudah dimulai sejak Maret 2026. Saat ini masih tahap penggodokan, dan insya Allah Januari 2027 kami sudah bisa merilis nama-nama calon legislatif,” ujarnya.
Dalam proses seleksi, PKS menerapkan sejumlah kriteria ketat. Selain harus berstatus kader, calon juga dituntut memiliki rekam jejak tanggung jawab dalam struktur partai serta tingkat keaktifan yang terukur.
Tak hanya itu, PKS juga akan melakukan survei untuk mengukur tingkat popularitas kandidat di masyarakat. Dari proses tersebut, partai menargetkan penjaringan bakal caleg hingga 200 persen dari jumlah kursi DPRD yang tersedia.
“Di setiap daerah pemilihan (dapil), jumlah caleg akan disesuaikan 100 persen dari alokasi kursi, dengan komposisi yang mencakup kader muda hingga senior, serta tetap memperhatikan keterwakilan perempuan,” jelasnya.
Iman menambahkan, kekuatan basis kader PKS di Bandung Barat menjadi modal penting dalam menghadapi kontestasi politik ke depan. Saat ini, jumlah anggota dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) telah mencapai sekitar 37.000 orang yang tersebar hingga tingkat RW.
“Ini menjadi energi besar yang siap digerakkan, terutama dari sektor kepemudaan,” katanya.
Untuk menjangkau generasi muda, PKS KBB juga mengembangkan berbagai program melalui Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM) serta Bidang Ekonomi Kreatif. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi Z, mulai dari pelatihan kerja hingga pengembangan keterampilan digital.
“Mulai dari pelatihan membuat CV, kesiapan kerja, hingga affiliate marketing agar anak muda bisa produktif secara ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, PKS juga menghadirkan layanan konseling psikologis gratis bertajuk “Olah Emosi Tanpa Drama” sebagai respons terhadap tantangan kesehatan mental generasi muda saat ini.
“Program ini bisa diikuti secara online maupun offline dengan pendampingan konselor profesional. Ini bentuk kepedulian kami terhadap kondisi psikologis anak muda,” tambahnya.
Keterlibatan pemuda juga diperkuat melalui berbagai kegiatan, seperti Perkemahan Bakti Nusantara (Kembara) tingkat Jawa Barat hingga turnamen mini soccer.
Menurut Iman, berbagai program tersebut tidak hanya bertujuan sebagai pembinaan, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan kader dalam menghadapi kontestasi politik ke depan.
“Intinya, kami ingin terus mendekatkan diri dan melayani masyarakat, sesuai semangat besar PKS, yaitu khidmatul ummah,” pungkasnya.

