BANDUNG BARAT — Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Sri Dewi Anggraeni melakukan pertemuan dengan Bupati Bandung Barat guna membahas langkah penanganan warga terdampak longsor di kawasan Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pertemuan tersebut membahas upaya pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana, mulai dari proses evakuasi, rencana relokasi warga, hingga pemulihan pascabencana.
Sri Dewi menyampaikan, pemerintah daerah berencana melakukan relokasi terhadap warga terdampak setelah tahapan evakuasi selesai dilakukan. Namun, proses relokasi masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Menurutnya, sebagian warga berharap tidak dipindahkan terlalu jauh dari lokasi tempat tinggal sebelumnya karena faktor sosial maupun ekonomi yang sudah melekat dengan lingkungan mereka.
Di sisi lain, area terdampak longsor diketahui masuk ke dalam zona merah sehingga tidak lagi diperbolehkan untuk pembangunan permukiman demi alasan keselamatan.
Selain persoalan relokasi, pembahasan juga menyoroti keberlanjutan ekonomi masyarakat terdampak. Mayoritas warga sebelumnya menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perkebunan sehingga diperlukan solusi agar mata pencaharian mereka tetap dapat berjalan setelah relokasi dilakukan.
Aspek pemulihan lingkungan turut menjadi perhatian, termasuk rencana penghijauan dan reboisasi di kawasan terdampak longsor. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan secara terencana dan melalui koordinasi lintas pihak agar proses pemulihan lingkungan berjalan optimal.
Sri Dewi menegaskan, penanganan pascabencana di Pasir Langu harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada relokasi warga, tetapi juga mencakup pemulihan ekonomi dan lingkungan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

