Warga Bandung Barat Sampaikan Aspirasi Soal MBG dan Harga Sembako Saat Reses DPRD Jabar

BANDUNG BARAT — Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Sri Dewi Anggraeni menerima berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Dalam agenda yang digelar di wilayah Cihampelas, Cihanjuang, Ngamprah, hingga Parongpong tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kondisi harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

Menurut Sri Dewi, salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan menu makanan dalam program MBG di sekolah-sekolah. Sejumlah orang tua menilai menu yang diberikan terkadang kurang sesuai dengan selera anak-anak sehingga program dinilai perlu dievaluasi agar manfaatnya lebih optimal.

Warga juga mengusulkan agar pengelolaan program MBG dapat melibatkan pihak sekolah bersama orang tua melalui komite sekolah. Dengan keterlibatan tersebut, masyarakat berharap penyusunan menu makanan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan gizi sekaligus mempertimbangkan kebiasaan dan selera anak.

Selain itu, masyarakat turut menyoroti dampak program MBG terhadap ketersediaan bahan pangan di pasaran. Mereka khawatir kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk program tersebut dapat mempengaruhi stok dan memicu kenaikan harga sembako.

Karena itu, warga meminta pemerintah memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pangan tetap stabil agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di tengah masyarakat.

Dalam reses tersebut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi lain terkait pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan serta penambahan penerangan jalan umum di sejumlah wilayah Bandung Barat.

Sri Dewi menegaskan seluruh masukan masyarakat akan dihimpun dalam laporan resmi hasil reses dan disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Jawa Barat sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut pemerintah daerah.