Bandung Barat, 8 April 2026 — DPD PKS Kabupaten Bandung Barat mulai memetakan dinamika politik daerah menjelang kontestasi mendatang. Situasi politik dinilai semakin dinamis, tidak hanya dipengaruhi hasil Pemilu dan Pilkada, tetapi juga oleh isu-isu nasional yang turut membentuk arah strategi partai.
Ketua DPD PKS KBB, Iman Budiman, menyampaikan bahwa kondisi politik saat ini menuntut partai untuk lebih adaptif dalam membaca situasi.
“Kami melihat situasi politik hari ini sangat dinamis. Hasil Pemilu dan Pilkada memang menjadi peta awal, namun isu nasional juga sangat berpengaruh terhadap arah dan strategi politik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PKS KBB telah menyusun target yang realistis berdasarkan capaian sebelumnya serta analisis kondisi eksternal. Dalam pemetaan basis massa, PKS masih memiliki kekuatan utama di beberapa daerah pemilihan, khususnya Dapil 5, 1, dan 3.
“Di wilayah tersebut, perolehan kursi cukup signifikan. Sementara dapil lainnya tetap kami jaga dan kembangkan potensinya,” jelasnya.
Terkait posisi partai terhadap pemerintahan daerah, PKS KBB menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang kritis namun tetap konstruktif. Sebagai partai yang tidak berada dalam koalisi pendukung pemerintah, PKS menyampaikan sejumlah catatan terhadap kinerja satu tahun terakhir.
Menurut Iman, salah satu tantangan terbesar yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah tata kelola birokrasi.
“Konsolidasi internal pemerintahan membutuhkan waktu dan proses yang tidak mudah. Hal ini berdampak langsung pada kecepatan pelayanan publik dan responsivitas terhadap persoalan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, belum optimalnya konsolidasi tersebut terlihat dari sejumlah persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara maksimal. Di antaranya kondisi infrastruktur jalan di desa-desa yang masih banyak rusak, hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah yang belum tuntas.
“Visi pemerataan pembangunan seharusnya menjadi prioritas. Namun, hingga saat ini belum terlihat terobosan nyata yang menjamin perbaikan infrastruktur secara merata,” ungkapnya.
PKS KBB juga menyoroti pentingnya keberpihakan anggaran dalam menjawab persoalan masyarakat. Meski dihadapkan pada tantangan fiskal seperti efisiensi dan refocusing anggaran, PKS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Kami akan terus mendorong agar alokasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan prioritas masyarakat. Tantangan tentu ada, namun aspirasi dan solusi harus tetap disuarakan demi kemajuan Bandung Barat,” pungkasnya.

